Senin, 28 Desember 2015


Assalamu'alaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
 Selamat sore teman, rekan, kawan, sahabat, dan saudara-saudaraku sekalian.

"SEBATAS ASA KARENA TIDAK KUASA"

Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi.
Manusia sebagai pemimpin bagi dirinya juga bagi orang lain di sekitarnya serta aspek-aspek kehidupan yang mebersamainya baik hewan maupun tumbuhan, dan tidak terlupa juga pemimpin bagi alam sekitar tempat manusia itu berada.
Manusia itu sedikitnya memiliki empat muatan faktor guna menjalankan status dan perannya masing-masing. Dari empat muatan faktor itu diantaranya, Tanggung jawab, wewenang, hak, dan kewajiban.
Manusia bisa berbuat ataupun bertindak karena dari keempat muatan faktor itu ada pada dirinya.
Logikanya, orang punya tanggung jawab karena ada wewenang.
Begitu pula tentang hak dan kewajiban, orang tidak mungkin semata-semata punya hak kalau tidak ada kewajiban.
Manusia itu sejatinya harus saling membantu, saling menolong, dan bergotong royong antar sesama tentunya dalam kebajikan, sebagaimana sabda Rassulullah SAW yang artinya "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain". Hal ini merupakan perintah Allah SWT dan ajakan juga anjuran dari Sang Teladan (Rasulullah SAW).
Alasannya, jangan sampai kita termasuk keategori sampah ke-4. Iya memang bahasanya sampah ke-4, karena kategori ke-1 "organik", ke-2 "anorganik", ke-3 "B3" sedangkan ke-4 yaitu "sampah masyarakat" yang artinya kita tidak berarti bagi masyarakat bahkan menyusahkan dan menjadi beban bagi masyarakat.
Tetapi kita harus menjadi garda terdepan untuk membantu rakyat dan membela umat serta mensejahterakan masyarakat.
Namun jika kita mengaku ingin sungguh-sungguh membantu rakyat dan membela umat, kita harus berani berjuang untuk mensejahterakan masyarakat terlebih yang hidupnya melarat.
Tetapi rasa cinta kepada rakyat itu bukan yang sifatnya romantis dan dogmatis seperti halnya cerita-cerita romantika yang mengandung unsur estetika belaka tanpa menmfungsikan logika dan etika, namun rasa cinta kepada rakyat yaitu cinta yang bersifat taktis dan teknis.
Oleh karena itu, kita harus bergerak dengan aksi nyata melihat realita dengan berbasis fakta, bukan hanya berkata-kata tanpa membuka mata, atau membual-bual cerita buta.
Misalnya dalam hal lingkungan hidup, kita harus perpatisipasi aktif dengan ikut andil dalam pengawasan dan penjagaan serta pelestariannya.
Sebagai kalangan terpelajar sekaligus aktivis lapangan ", kita harusnya menyadari betul hal ini. Bukan lagi berpikir "kita tidak harus membenahi lingkungan, tetapi lingkungan lah yang harus kita benahi". Jangan bilang " kita tidak perlu melestarikan lingkungan, namun lingkungan lah yang perlu kita lestarikan."
Kalau kita tidak peduli terhadap lingkungan, maka kita yang akan menjadi korban akibat dampak buruk dari lingkungan itu sendiri, sementara orang yang menghancurkan lingkungan semakin gencar dengan aksinya secara masif, terstruktur, dan sistematis.
Berkaitan dengan hutan, kita juga harus mengambil peran dan melakukan tindakan, minimal pencegahan terhadap perusakan lahan terlebih bisa memberikan solusi permasalahan. "Mungkin hutan bukan hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan, tetapi tanpa hutan belum tentu akan ada kehidupan".
Apakah salah kalau kita sebagai generasi pemuda yang peduli terhadap lingkungan?
Justru karena tidak peduli dengan lingkungan, malah membuat kita tidak bisa merasakan manfaat dari lingkungan yang akhirnya akan mendapatkan kerugian.
Oleh karena itu, sekarang kita serang balik penjahat dan perusak lingkungan yang hanya bisa mengambil keuntungan semata supaya aksinya bisa terhentikan.

Kesimpulannya...
Jika kita peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama dalam satu gerakan dengan naungan dari kementrian, kita punya wewenang tapi bukan berarti untuk dimainkan semena-mena, melainkan karena tangung jawab kita untuk "melestarikan lingkungan". Selain itu, dengan peduli terhadap lingkungan kita pun akan mendapatkan hak dari kewajiban yang telah kita tunaikan. (Kata Kak Varhan "Adat Istiadat Pasal 100", Kata Pak Mustika "Perlu Disejahterakan"

Wallahu'alam.

Alfaqir Suparmanbest93@rt

#SaveEnvironmentForBetterLiving

Tidak ada komentar:

Posting Komentar