Assalamu'alaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Selamat sore teman, rekan, kawan, sahabat, dan saudara-saudaraku
sekalian.
"SEBATAS ASA KARENA TIDAK KUASA"
Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi.
Manusia sebagai pemimpin bagi dirinya juga bagi orang lain di
sekitarnya serta aspek-aspek kehidupan yang mebersamainya baik hewan maupun
tumbuhan, dan tidak terlupa juga pemimpin bagi alam sekitar tempat manusia itu
berada.
Manusia itu sedikitnya memiliki empat muatan faktor guna menjalankan
status dan perannya masing-masing. Dari empat muatan faktor itu diantaranya,
Tanggung jawab, wewenang, hak, dan kewajiban.
Manusia bisa berbuat ataupun bertindak karena dari keempat muatan
faktor itu ada pada dirinya.
Logikanya, orang punya tanggung jawab karena ada wewenang.
Begitu pula tentang hak dan kewajiban, orang tidak mungkin
semata-semata punya hak kalau tidak ada kewajiban.
Manusia itu sejatinya harus saling membantu, saling menolong, dan
bergotong royong antar sesama tentunya dalam kebajikan, sebagaimana sabda
Rassulullah SAW yang artinya "sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat untuk orang lain". Hal ini merupakan perintah Allah SWT dan
ajakan juga anjuran dari Sang Teladan (Rasulullah SAW).
Alasannya, jangan sampai kita termasuk keategori sampah ke-4. Iya
memang bahasanya sampah ke-4, karena kategori ke-1 "organik", ke-2
"anorganik", ke-3 "B3" sedangkan ke-4 yaitu "sampah
masyarakat" yang artinya kita tidak berarti bagi masyarakat bahkan
menyusahkan dan menjadi beban bagi masyarakat.
Tetapi kita harus menjadi garda terdepan untuk membantu rakyat dan
membela umat serta mensejahterakan masyarakat.
Namun jika kita mengaku ingin sungguh-sungguh membantu rakyat dan
membela umat, kita harus berani berjuang untuk mensejahterakan masyarakat
terlebih yang hidupnya melarat.
Tetapi rasa cinta kepada rakyat itu bukan yang sifatnya romantis
dan dogmatis seperti halnya cerita-cerita romantika yang mengandung unsur
estetika belaka tanpa menmfungsikan logika dan etika, namun rasa cinta kepada rakyat
yaitu cinta yang bersifat taktis dan teknis.
Oleh karena itu, kita harus bergerak dengan aksi nyata melihat
realita dengan berbasis fakta, bukan hanya berkata-kata tanpa membuka mata,
atau membual-bual cerita buta.
Misalnya dalam hal lingkungan hidup, kita harus perpatisipasi
aktif dengan ikut andil dalam pengawasan dan penjagaan serta pelestariannya.
Sebagai kalangan terpelajar sekaligus aktivis lapangan ",
kita harusnya menyadari betul hal ini. Bukan lagi berpikir "kita tidak
harus membenahi lingkungan, tetapi lingkungan lah yang harus kita benahi".
Jangan bilang " kita tidak perlu melestarikan lingkungan, namun lingkungan
lah yang perlu kita lestarikan."
Kalau kita tidak peduli terhadap lingkungan, maka kita yang akan
menjadi korban akibat dampak buruk dari lingkungan itu sendiri, sementara orang
yang menghancurkan lingkungan semakin gencar dengan aksinya secara masif,
terstruktur, dan sistematis.
Berkaitan dengan hutan, kita juga harus mengambil peran dan
melakukan tindakan, minimal pencegahan terhadap perusakan lahan terlebih bisa
memberikan solusi permasalahan. "Mungkin hutan bukan hal yang sangat
diperlukan dalam kehidupan, tetapi tanpa hutan belum tentu akan ada
kehidupan".
Apakah salah kalau kita sebagai generasi pemuda yang peduli terhadap
lingkungan?
Justru karena tidak peduli dengan lingkungan, malah membuat kita
tidak bisa merasakan manfaat dari lingkungan yang akhirnya akan mendapatkan
kerugian.
Oleh karena itu, sekarang kita serang balik penjahat dan perusak
lingkungan yang hanya bisa mengambil keuntungan semata supaya aksinya bisa
terhentikan.
Kesimpulannya...
Jika kita peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama dalam satu
gerakan dengan naungan dari kementrian, kita punya wewenang tapi bukan berarti
untuk dimainkan semena-mena, melainkan karena tangung jawab kita untuk
"melestarikan lingkungan". Selain itu, dengan peduli terhadap
lingkungan kita pun akan mendapatkan hak dari kewajiban yang telah kita
tunaikan. (Kata Kak Varhan "Adat Istiadat Pasal 100", Kata Pak
Mustika "Perlu Disejahterakan"
Wallahu'alam.
Alfaqir Suparmanbest93@rt
#SaveEnvironmentForBetterLiving
Tidak ada komentar:
Posting Komentar